INTERVIEW #2: @RIORAZOR

Mario – seorang skater dan entrepreneur masa kini – dikenal baik dengan nama aliasnya (yang juga dijadikan username di akun Instagram) yakni ‘RioRazor’. Namun ternyata belum banyak yang tau apa makna sesungguhnya dari panggilan tersebut. Tim Buqiet mendapatkan kesempatan emas untuk mewawancarai beliau secara khusus di tengah kesibukannya.

“Dulu pernah bikin alias (a.k.a) zaman SMA, ceritanya ada preman terminal deket sekolah yang dijulukin ‘Dadan Silet’ langsung aja gue translate jadi ‘RioRazor’ trus dijadiin lucu-lucuan buat nama IG,”jelas gitaris The Hollowcane ini. 

Selain aktif sebagai skater dan gitaris The Hollowcane, pria kelahiran Bandung, 2 Maret 1989 ini juga merupakan seorang ayah dan entrepreneur. Bisnis Mario di antaranya adalah @bluechamber_ dan @vearst__ yang sudah cukup dikenal di kalangan komunitas #localpride terutama di Bandung.

Ketika diminta untuk menceritakan hal terunik di keluarganya, dengan gaya humornya yang khas Mario menceritakan sekilas tentang anak perempuannya yang baru berusia 4 tahun. “Anak gue cewe masih 4 tahun mimpinya jadi seniman dan dokter anak, pgn punya suami tentara, hobinya ngulik Blackpink dan BTS, besok dia wisuda online dan udah heboh dari sekarang, namanya Keinarra Harmony Jiwana Prasetya. Random bgt emang,”ujarnya.

Satu hal yang membuat Buqiet tertarik untuk membagikan artikel interview dengan @riorazor adalah rasa kagum terhadap sosok beliau sebagai owner dari @vearst__ dan @bluechamber_ . Bagaimana tidak? Mario sudah memulai bisnisnya sejak duduk di bangku kuliah di tahun 2010. 

“Bisnis kecil2an zaman kuliah dulu yang ahkirnya jadi mata pencaharian sampai saat ini, karena belum punya cukup duit buat beli barang bagus pada saat itu ya udah bikin sendiri aja, ahkirnya banyak yang suka trus gue dagangin selagi kuliah, orang lain masuk kelas sementara gue dagang di tangkringan alhasil kuliah ga lulus, ahkirnya jalanin bisnis yang kebetulan udh dibangun dari 2010 dan terbangun dari hobi,”Mario menceritakan sejarah berdirinya bisnis yang dijalankan sampai saat ini.

Kegigihannya dalam mendirikan bisnis pakaian dan kemampuan Mario dalam menciptakan taste yang khas & kreatif dituangkan di setiap desain tanpa terkecuali. Hal inilah yang membuat brand-nya bertahan dan semakin populer di masa kini.

“Tantangan terbesar dalam berbisnis di era digitalisasi ini adalah semuanya serba cepat. Kita harus terus produktif dan ‘kreatif’ mengikuti perkembangan zaman, tapi tetap konsisten dengan identitas kita,”beliau memberikan sedikit saran bagi siapa pun yang sedang berencana membuka bisnis apparel.

Di luar cerita kesuksesan perjalanan bisnisnya, Mario dikenal oleh komunitas skater sebagai “The Humble Boss”. Selain karena hobi beliau memanggil orang lain dengan sebutan ‘bos’ – dikarenakan kesulitan menghafal nama – Mario memang dikenal sebagai seseorang yang rendah hati dan humoris; terbukti dari ramahnya beliau saat menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk artikel ini.

Hal unik lainnya dari Mario adalah jawabannya ketika ditanya ‘Who’s your role model in life?’. Dengan santai beliau menjawab, “Gue susah bgt buat menentukan, gue belajar dari semua orang gue ambil pengalaman baiknya.”

And we are somehow agree with his statement! Sah-sah saja bila kita merasa terinspirasi dan mengagumi sosok yang kita anggap sebagai panutan, tetapi tidak perlu berlebihan dan yang terpenting adalah cukup untuk mengambil poin-poin positifnya untuk pelajaran hidup. Hal ini juga yang membuat Buqiet tergerak untuk membagikan konten Interview secara berkala untuk memberikan inspirasi dan fresh insights di komunitas skateboarding. 

Indonesia memiliki sangat banyak multi-talented skaters!

Support Mario or you can just say hi to him at Buqiet Skatepark.

“Skate is fun! itu aja sihh #thankyouskateboarding” – Mario, Jun 2020 [Kei, Buqiet]

4 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *